Berbicara mengenai menjadi wanita yang baik

Banyak yang bertanya bagaimana menjadi wanita yang baik. Saya jawab dengan santai bahwa wanita yang baik bukanlah yang cantik, yang suka memberikan pandangan menggoda kepada pria, bukan yang suka mengundang pria, namun wanita yang cantik adalah wanita yang sesuai dengan aturan moral. Saya pernah mendengar dari seorang ustadz bahwa sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak memandang pria dan begitu pula tidak memandang pada dirinya. Seorang wanita yang baik tidak ingin dipandang cantik oleh pria. Tiada guna diperhatikan dan dianggap cantik banyak lelaki ketika ujungnya hanya satu lelaki yang berhak memilikinya. Kecuali jika memang wanita ingin dimiliki banyak lelaki, itu lain cerita. Namun adakah wanita seperti itu? Ada, namun hanya sementara saja mereka berlaku seperti itu berdasarkan nafsu syahwatnya. Dalam hati kecilnya mereka pasti tidak nyaman diperlakukan sebagai milik banyak pria.

Wanita baik akan bahagia dengan mencukupkan satu pria sebagai pasangannya. Wanita yang baik pasti akan merasa terhina jikalau dia terlalu banyak dipuja pria, diperebutkan seolah dia adalah sebuah barang yang dapat dibeli, dimiliki lalu dibuang sesuka hati. Wanita yang baik juga tidak ingin menjadi penyebab kejatuhan mental pria yang merasa kecewa karena mengharapkan sesuatu yang tidak bisa ia berikan. Wanita yang baik tentu saja takut bahwa ia hanya menjadi sumber kekacauan dan permasalahan bagi banyak pria. Wanita yang baik adalah wanita yang ketika pasangannya melirik kepada wanita lain, ia tidak memerintahnya untuk menundukkan pandangan. Ia akan mencari tahu kebaikan apa yang dimiliki wanita lain itu dan mencoba memperbaiki diri. Bukankah Allah sudah menjamin bahwa hanya pria yang baik bagi wanita yang baik? Untuk itu perlu adanya perbaikan dalam diri wanita yang baik itu supaya prianya juga menjadi baik, atau mungkin digantikan oleh Allah dengan pria yang lebih baik.

Wanita yang baik bukanlah wanita yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Ia hanya memiliki keinginan yang umum seperti wanita yang lain, dilamar oleh lelaki baik yang bisa memimpinnya ke dalam tujuan hidup yang pasti karena Allah. Ia tidak menginginkan pria yang setampan nabi Yusuf, ia tak ingin pria yang berharta sebanyak nabi Sulaiman untuk membuatnya jatuh cinta. Jika pria itu memang jodohnya, pasti akan tumbuh cinta diantara mereka. Cinta yang suci dinaungi oleh kebahagiaan dan kasih sayang. Cinta yang tidak berlebih-lebihan, cinta yang secukupnya, dimana Allah membenci sesuatu yang berlebihan. Wanita yang baik hanya akan menyerahkan segalanya kepada pria jika ia telah diikat dengan sebuah ikatan yang sah. Ia tidak bodoh untuk memberikan seluruh hidupnya, kehormatannya dan harga dirinya kepada orang lain tanpa jaminan apapun. Wahai para wanita, renungkanlah tulisan diatas, berubah itu belum terlambat. Selamat berjuang (umb)

Iklan