Cinta itu adalah tanggung jawab yang besar

Memang banyak yang mendambakan menjalin cinta. Ketika masih remaja dulu, saya juga mendambakan cinta yang sejati datang kepada saya dalam bentuk yang indah. Adanya wanita yang mencintai saya apa adanya, menjalin kasih dan bersenang-senang sepanjang waktu. Namun ternyata cinta tidak sekedar bersenang-senang. Cinta itu adalah tanggung jawab. Waktu itu saya memang tidak memikirkan bahwa cinta memilki aspek tanggung jawab di dalamnya. Ya, saya waktu itu terlalu naif. Untung saja saya tidak melakukan suatu kesalahan yang berkaitan dengan masalah tanggung jawab.

Kenapa cinta itu berkaitan dengan tanggung jawab? Tentu saja. Seseorang yang memberikan cinta dan menerima cinta, ini sama saja artinya dengan memberi dan menerima tanggung jawab. Apa anda tidak memikirkan bahwa minimal anda harus menjaga keselamatan pasangan anda, menjaga perasaannya, merasa memiliki dan juga bersedia menemani dalam suka dan duka. Itu adalah tanggung jawab. Satu tanggung jawab dimana anda mungkin tidak akan menemukannya tanpa anda menemukan cinta terlebih dahulu. Minimal adalah meluangkan waktu bersama-sama untuk kekasih. Setidaknya jika seorang wanita pasangan kita meminta diantar berbelanja, kita pasti menyanggupi, seberapapun lelahnya kita. Itulah tanggungjawab cinta.

Belum lagi cinta haruslah diwujudkan dalam satu ikatan suci. Cuma omong kosong jika cinta tidak diteruskan dalam hubungan pernikahan dan rumah tangga. Kewajiban memberi nafkah baik lahir dan batin adalah tugas dan tanggung jawab suami kepada istri. Kewajiban merawat suami dan anak adalah menjadi tanggung jawab istri kepada suami. Itu adalah wujud cinta yang paling riil yang dapat kita lihat. Jika tidak karena cinta, siapa yang mau memberikan waktu dan tenaga untuk mendapatkan uang dimana tidak semuanya ia nikmati? Jika bukan karena cinta, siapa yang mau tanpa dibayar membersihkan rumah, merawat anak-anak dan memasak untuk orang lain? Itu semua karena cinta dan tanggung jawabnya.

Kesimpulannya, cinta itu bukan main-main. Cinta itu tanggung jawab. Jika anda sudah bersedia menerima dan memberi cinta, maka anda harus bersedia memikul tanggung jawab. Tanggung jawab menjaga pasangan, membuatnya gembira, tidak melakukan kesalahan dan saling menasehati. Tanggung jawab ini tidak begitu berat kiranya jika anda ikhlas menjalankannnya. Hemat saya, berpasangan adalah sebuah cara untuk belajar memikul tanggung jawab sebelum kita masuk ke dalam jenjang pernikahan yang membuat kita masing-masing mendapat gelar suami atau istri. Sudah pasti dalam pernikahan lebih berat tanggungjawabnya, namun jika sudah terbiasa maka hanya perlu sedikit penyesuaian. Namun ini juga dapat menjadi tolok ukur bagi pasangan anda, jika dalam masa berpasangan saja tidak bisa menjaga kehormatan pasangannya, bagaimana nanti setelah menikah? Mungkin ini perlu menjadi bahan renungan untuk tinjauan kembali hubungan anda. (umb)