Hubungan cinta itu juga seperti roda

Mungkin anda pernah mendengar bahwa hidup ini seperti roda yang berputar. Kadang kita ada di bawah, dengan cepat pula kita di atas. Suatu saat kita bisa hidup senang, memiliki segalanya, berkemampuan dan berkecukupan. Namun dalam sekejap pula kita bisa jatuh ke bawah, ke jurang yang paling dalam dari kenistaan dan kemiskinan. Proses ini sering terjadi dalam hidup dan kita semua sudah sering menyaksikannya. Yang membedakan hal ini dari setiap orang adalah putaran rodanya. Itulah yang namanya roda nasib.

Begitu pula hubungan kita dengan pasangan, tidak berbeda jauh seperti nasib. Terkadang kita mendapatkan kegembiraan yang luar biasa, membahagiakan dan menenangkan. Namun bisa saja dalam sekejap kita bisa saja bersedih, bertengkar entah karena sebab apapun. Banyak perkara yang bisa membuat kita berselisih dengan pasangan. Ketika “roda” berada diatas, yang ada hanyalah kegembiraan bersama pasangan. Bisa berjumpa dengan si dia, berjalan bersama, belajar bersama, menonton film, berbagi cerita dan meluangkan waktu untuk berkegiatan yang lain. Namun ketika “roda” ada di bawah, yang ada hanya kesedihan. Mungkin disebabkan adanya salah paham, perbedaan sikap atau karena hal-hal lain yang membuat hubungan menjadi tidak nyaman. Saat itulah kita sadar bahwa dalam jalinan asmara tidak semuanya indah.

Langit tidak selamanya cerah, sesekali pasti ada mendung dan hujan. Hujan tentu saja tidak dimaksudkan oleh Allah untuk menyusahkan manusia. Allah memberi hujan untuk kebaikan manusia. Hujan dapat menyuburkan tanah dan memudahkan tanaman untuk tumbuh. Hujan juga bertujuan supaya makhlukNya dapat minum darinya. Untuk itu dalam hubungan asmara ini, semua pasti ada hikmahnya. Mungkin anda perlu menilai lagi apa yang anda lakukan selama berhubungan. Untuk itu ada hal-hal yang perlu anda lakukan untuk melihat hikmah di dalam suatu keadaan sulit, diantaranya:

Instropeksi diri, merupakan kesempatan untuk melihat kembali diri anda, berkaca kepada fakta tentang hubungan anda dengan dia. Apakah selama ini anda pernah menyakiti hati, mencoba selingkuh atau kesalahan yang lain? Coba cari tahu dengan jujur.
Perbaiki kesalahan, jika anda sudah instropeksi diri dan merasa bahwa ada yang salah, anda bisa segera memperbaiki sikap anda kepada si dia.
Maaf dan memaafkan, manusia tak lepas dari salah dan lupa. Oleh karena itu jalan yang terbaik adalah meminta maaf dan memaafkan kesalahan yang dimintakan maaf ataupun tidak.
Jangan ulangi kesalahan, pastikan semua menjadi pembelajaran untuk anda supaya hubungan anda ke depan menjadi lebih baik lagi.

Setelah hujan badai, matahari pasti muncul kembali. Sudah menjadi kodrat alam setelah kesusahan pasti ada sesuatu yang menyenangkan. Jika sikap anda benar dalam mengendalikan kesulitan dalam hubungan, maka kegembiraan pasti tidak akan menunda kedatangannya kepada anda. Saat “roda” kembali ke atas, jangan lupa bersyukur kepada Illahi Rabbi. Selamat berjuang umb !

Iklan