MENGENAL AJI RASA

Aji Rasa merupakan ilmu kamanungsa’an/berprilaku baik terhadap sesama manusia,sehingga merealisasikan sifat manusia yang sebenarnya sebagai khalifah dimuka bumi.

Pondasinya adalah IMAN, Tiangnya adalah TAWADHU’ , atapnya adalah CINTA, Prinsipnya adalah apa yang tidak ingin dilakukan orang lain terhadap diri kita,maka janganlah kita melakukannya kepada orang lain.Dan apa yang dirasakan oleh orang lain merupakan bagian dari yang kita rasakan.
Puncak dari Rasa adalah untuk penyempurnaan AKHLAQ manusia dan tingkat keberhasilan seseorang dalam beragama ketika rasa didalam dirinya hidup,Rasa adalah bagian dari bathiniyah sebab rasa itu sifatnya ghoib/tidak tampak secara dhohir.

Hidupnya rasa ketika diri kita memandang orang lain ibarat satu tubuh/bagian dari diri kita pribadi,sebagaimana sabda Rasulullah SAW ;

” Orang-orang mukmin itu ibarat satu tubuh/jasad, apabila satu anggota badan sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasakan sakit demam dan tidak dapat tidur.” (HR. Muslim)

Tumbuhnya Rasa karna adanya naungan ghoib yang disebut dengan CINTA. Apabila kita mencintai seseorang secara universal atas dasar iman kepada Allah SWT,maka kita tidak memandang bentuk dan rupa seseorang,tidak memandang ras,suku,agama, keturunan dan kedudukkan/martabat.Karna yang kita lihat adalah sama-sama manusia yang berasal dari satu Pencipta dan juga sama-sama memilki rasa,memiliki cinta, ingin kasih dan saling mengasihi,sehingga terwujudlah suatu akhlaq/perilaku yang mulia.

“Keramah-tamahan dalam perkataan menciptakan rasa kedamaian, keramah-tamahan dalam pemikiran menciptakan rasa keyakinan, keramah-tamahan dalam memberi menciptakan rasa kasih sayang”

Rasulullah SAW bersabda ;

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Tidak maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai: Sebarkanlah SALAM diantara kalian.” (HR. Muslim)

Dari hadist tersebut ada tiga pokok utama yaitu IMAN,CINTA dan SALAM ,dimana apabila seseorang ingin menghidupkan rasa didalam dirinya haruslah menghidupkan iman dan cinta kemudian direalisasikan dengan SALAM.

Inti dari salam adalah Habluminannas yang membentuk sudut siku-siku yaitu vertikal dan horisontal (Penekanan pada huruf LAM).

Ketika kita mengucapkan salam (Assalam) kepada orang lain bukan berarti hanya ucapan belaka ,tetapi makna yang terkandung didalam Assalam itulah yang perlu kita ketahui untuk bisa mewujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Assalam terdiri dari huruf ALIF,SIN,LAM dan MIM

Alif =Adanya Ahadiyah/dzat Tunggal pemberi Hidup yang meliputi semua makhluk
Sin =Adanya cipta ,rasa dan karsa yang diberikan kepada manusia sebagai ciptaan-Nya
Lam=Adanya perilaku yang harus diwujudkan oleh manusia sebagai pencerminan syukur dari cipta,rasa dan karsa
Mim=Hidupnya Cipta ,rasa dan karsa manusia yang telah menyatu dengan kudrat dan iradat Sang Pencipta

Maksudnya : Semua manusia tercipta berasal dari SATU PENCIPTA yang telah memberi hidup dan meliputi seluruh makhluk ciptaan-Nya,dan DIA telah memberikan kesempurnaan kepada manusia dengan diberikannya CIPTA (AKAL), RASA (CINTA), KARSA (KEHENDAK UNTUK BERPRILAKU). Oleh karena itu wujudkanlah cipta,rasa,dan karsa tersebut dalam perilaku nyata sesuai dengan kudrat dan iradat-Nya kepada sesama manusia untuk mendapatkan keridhoan-Nya. Apabila perilaku tersebut telah nyata diwujudkan dalam kehidupan maka akan hiduplah cipta,rasa,dan karsa dari manusia tersebut.

“Jadi hidupnya cipta,rasa dan karsa karna adanya perilaku nyata,tidak akan hidup cipta,rasa dan karsa bila kita hanya diam ditempat tanpa melakukan suatu gerak/aktivitas.”

“Hidupnya pribadi seseorang yang beragama karna hidupnya Rasa didalam dirinya,hidupnya Rasa akan menimbulkan Kesadaran,hidupnya Kesadaran akan mewujudkan akhlaq yang mulia.”

contohnya : Bagaimana mungkin kita bisa merasakan penderitaan orang yang sakit / orang yang ditimpa bencana bila kita tidak menjenguknya/melihat secara langsung?

Macam-Macam Rasa :

1. RASA TUNGGAL

Rasa Tunggal berasal dari dalam jasad/tubuh,seperti rasa lelah, lemah,lemas,letih,dan lesu,dikarenakan reaksi tubuh yang melebihi ambang batas(batas maksimal). Hal ini terjadi karena kurangnya perawatan tubuh/kurangnya memperhatikan kesehatan fisik/psikis.

Fisik = karena kurangnya memperhatikan kebersihan badan dan asupan suplemen/vitamin kedalam tubuh,sehingga fungsi organ tubuh tidak seimbang dan bisa menimbulkan berbagai macam keluhan sakit.

Psikis = Karena menuruti hawa nafsu,kurangnya pengendalian diri dan karena banyaknya Dzad (angan-angan). Sehingga menimbulkan kekesalan pikiran dan hati yang berakibat sakit pada anggota badannya.

2. SEJATINYA RASA

Rasa ini berasal dari luar tubuh manusia karena adanya reaksi dari panca indera dan sifatnya nyata sesuai dengan sifat atau keadaan zat yang sebenarnya.
Alat panca indera terdiri : MATA,TELINGA,HIDUNG,KULIT ,LIDAH
Kelima panca indera tersebut apabila mendapat reaksi dari luar baik secara penglihatan,pendengaran,penciuman aroma tertentu dan sentuhan yang dirasa oleh kulit maka akan menggambarkan / meneruskan suatu rangsangan kepada syaraf sesuai kondisi/keadaan zat tersebut,sehingga menimbulkan rasa.
Misalnya : Ketika mata mendapat rangsangan cahaya dari suatu benda yang berwarna merah atau memiliki suatu bentuk tertentu maka akan memberikan suatu wujud bayangan sesuai aslinya dari warna/wujud benda tersebut,warna merah akan tetap menghasilkan refleksi penglihatan merah,dll

3. RASA SEJATI

Rasa sejati timbul karna adanya reaksi spontan dari dalam tubuh dikarenakan reaksi tertentu dan efek yang keluar dari dalam tubuh berupa cairan,seperti air mata,air liur dan air mani(sperma).
contoh: Ketika seseorang bersedih secara tiba-tiba keluar air mata bahkan sampai menangis,atau orang yang merasakan puncak syahwat maka akan mengeluarkan air mani,dll

4. RASA TUNGGAL JATI

Rasa Tunggal Jati adalah menyatunya rasa diri dengan rasa Dzat tunggal Sejati/Sang Pencipta.
Rasa ini timbul karna kedekatan,ketaqwaan,dan selalu mengingat Sang Maha Pencipta dalam setiap keadaan/ kondisi.
Rasa ini menimbulkan ketenangan/ketentraman lahir dan bathin,tiada lagi sedih/bahagia,seseorang berada dalam kefanaan,atau berada dalam kondisi netral.

Rasa merupakan dasar pembentukkan akhlaq dan hidupnya kesadaran beragama dan sebagai lingkaran penghubung etika berperilaku terhadap Sang Pencipta,sesama manusia dan seluruh alam.
Karena pada hakekatnya seluruh yang ada dialam semesta ini Hidup. Dan setiap yang Hidup memiliki Rasa, sebab didalam Rasa itulah terdapat Hidup dan setiap yang memiliki Rasa ingin diperlakukan dengan baik.

Semoga Bermanfaat

Iklan