Perempuan Keranjang Sampah

Pagi masih berselimut gelap,
Dan matahari masih terlelap dalam
peraduannya,
Dingin dengan angkuh mengaduk sepi,
Namun perempuan itu membasuh wajahnya
dengan embun,
Sehingga memberikan setitik asa pada bola
matanya yang redup,
Perut yang bergeliat minta dilayani sedari
kemarin tak diacuhkannya,
Beralas sandal yang menipis dan hampir
bolong dia bergegas,
Meninggalkan gubuk reot yang tak layak huni
dia merentang angan,
Lantunan doanya merebak disukmanya
Semoga rezeki Tuhan melimpah hari ini
Berpacu dengan waktu yang tak mampu diajak
berkompromi,
Dipikulnya keranjang bambu dipundaknya
Digegasnya sebilah besi bengkok,
Dikayuhnya langkah demi langkah mantap,
Menyurusi tepi demi tepi harap,
Tak banyak yang berani dia impikan,
Hanya ingin membeli sepiring nasi hangat,
Untuk anaknya yang terpasung gulita,
Terngiang kembali percakapan singkatnya tadi
pagi,
Kala akan pergi menerjang pagi yang masih
sunyi,
Ibu akan lakukan apapun itu
Asalkan kamu tak merintih lagi,
Akan lapar dan haus yang menampar mu
tanpa iba,
Ibu janji,
Ibu akan pulang dengan sebungkus nasi hangat
untuk mu hari ini
Sabar ya sayang,
Tunggu Ibu pulang…
Keringat berkelebat didahinya,
Ditepisnya dengan tangan kurusnya yang
berkulit gelap,
Kembali dikaisnya harap,
Pada selokan bau yang mengapungkan
gelas~gelas plastik,
Hampir dia terjungkal bebas terjerembab tanah
labil,
Untung tubuh ringkihnya sigap membaca
kondisi,
Namun gelas~gelas yang diraihnya itu terguling
jatuh kembali,
Ditariknya nafas dengan terengah,
Namun urung baginya untuk menyerah,
Kembali gelas~gelas plastik itu dikailnya
dengan semangat,
Dengan keringat yang kian membanjiri
diseluruh raganya,
Tak sedikitpun dia gentar bermandi peluh,
Terus dilucutinya jengkal demi jengkal
gundukan sampah yang berserakan,
Diabaikannya amis sampah yang merebak,
Yang menjajah penciumannya menjadi sesak,
Demi anak ku
Aku tak akan menyerah
Tubuh kurusnya tertatih menahan beban
Namun sebaris senyum mengembang
sempurna dibibirnya
Memandang keranjang sampahnya telah penuh
tanpa sisa
Terima kasih Tuhan,
Atas rejeki Mu hari ini
***
Untuk mendapatkan sesuatu yang berni
Terkadang ada harga yang harus dibay
Yaitu PENGORBANAN
(#Catatan pengorbanan seorang Ibu)