NERAKA (AN NAR)

NERAKA (AN NArR )merupakan suatu tempat Neraka
yang di yakini oleh penganut beberapa
agama atau aliran kepercayaan sebagai
tempat kesengsaraan abadi setelah mati.
Tempat ini berada di alam gaib sebagai
balasan atas perbuatan manusia yang di nilai
menyimpang dari aturan agama.
sedangkan di dalam pembelajaran islam
sendiri, Neraka itu merupakan tempat
penyiksaan bagi mahkluk Allah yang
membangkang. Mereka adalah orang-orang
yang membangkang terhadap syari’at Allah
dan mengingkari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
Wasalam
Orang-orang kafir masuk Neraka, Adapun
orang-orang Mukmin dan Munafik menuju
SIRATH (jembatan di atas neraka).

SIFAT-SIFAT AHLI NERAKA
Jarak antara kedua pundak orang kafir
adalah perjalanan selama tiga hari dengan
kendaran yang cepat, gigi geraham nya
seperti gunung uhud dan tebal kulit nya tiga
kali perjalanan.

MINUMAN DAN MAKANAN NYA
Minuman mereka adalah Air panas yang
dituangkan di atas kepala mereka maka
menembus sampai rongga perut dan keluar
melalui kedua telapak kaki mereka dan
kemudian dikembalikan seperti sedia kala.
Sedangkan makanan mereka adalah Zaqqum
(makanan yang mematikan) dan seandainya
setetes dari Zaqqum itu menetesi dunia,pasti
akan rusak lah seluruh penghuni dunia dan
kehidupan nya. Makanan mereka lainnya
adalah Al Ghisliin (yang mengalir dari kulit
ahli neraka,berupa muntah dan nanah).

SERINGAN-RINGAN SIKSAAN
Siksaan teringan untuk ahli neraka adalah
orang yang diletakkan di atas kedua kakinya
dua bara api sehingga mendidihkan otaknya.
DASAR NERAKA
Neraka memiliki 7 pintu, adapun api di dunia
ini adalah bagian dari 70 bagian panas api
neraka. Sedangkan dasar kedalaman
neraka,,Seandainya sebuah batu di lemparkan
ke jahannam yang meluncur selama 70
tahun, belum tentu sampai ke dasarnya.
BAHAN BAKAR NERAKA
Adapun bahan bakar nya yaitu Manusia
(mereka adalah orang-orang kafir dan
musyrik) dan juga batu-batuan (Ibnu Mas’ud
berkata : batu itu adalah batu dari belerang).
PANASNYA NERAKA
Udaranya adalah Samum (udara yang panas),
naungannya Yahmum (gumpalan asap) dan
airnya Hamim (air yang mendidih).
Sesungguhnya neraka itu membakar segala
sesuatu dengan tidak ada yang tersisa dan
terbiarkan.membakar kulit sampai ke tulang-
tulangnya dan menjilat sampai ke hati.

SUARA NERAKA
Apabila mereka melihat dari jauh,mereka
mendengarkan kemarahan dari nafas neraka.
Penguasa yang angkuh dan orang yang
minta kepada selain Allah maka sangat di
minati oleh nafas neraka.

MAYORITAS AHLI NERAKA
Orang yang masuk neraka adalah lebih
banyak dari pada orang yang masuk Jannah.
Allah berfirman : “Dan sebagian besar
manusia tidak akan beriman walaupun kamu
sangat menginginkan nya.” (QS. Yusuf : 103)

MACAM ADZAB
Di matangkan kulit dan kehancuran yaitu di
tumpahkan nya air panas di atas kepala
mereka, Pemancungan yaitu mereka
ditelungkupkan di atas wajah mereka,
Penyeretan yaitu orang-orang kafir di seret
di atas muka mereka dan di hanguskan
muka nya, mereka di kepung oleh api yang
bergejolak ke hati, lambung mereka dikocak
dan mereka di belenggu dengan rantai besi
dan palu godam kemudian mereka di
kumpulkan dengan sesembahan dan setan-
setan mereka.
Di riwayatkan dari Bukhari dari Abi Sa’id al
Khudriy berkata, bersabda Rasulullah SAW :
“Orang-orang yang beriman akan di bebaskan
dari api neraka lalu mereka di berhentikan di
jembatan antara jannah dengan neraka.
Mereka akan saling di qishash satu sama
lainnya atas kedzaliman di antara mereka di
dunia.
Setelah mereka bersih dan terbebas dari
segalanya, baru lah mereka di izinkan masuk
jannah. Demi dzat yang jiwaku berada di
tangan-Nya, seseorang di antara kalian lebih
mengenal tempat tinggal nya di jannah dari
pada tempat tinggalnya di dunia.” (Di
riwayatkan oleh Bukhari dalam shahihnya)
Maka mereka penghuni jannah akan di tahan
dari shirath sampai sebagian mereka
mengambil dari sebagian yang lain karena
kedzaliman mereka di dunia dan mereka
akan masuk jannah dan tidak ada di dalam
hati sebagian mereka atas sebagian yang
lain kedengkian.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu,
bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :
“Barang siapa yang telah berbuat dzalim
terhadap saudaranya maka segeralah minta
dihalalkan karena di akhirat tidak berguna
lagi dinar dan dirham sebelum saudaranya
mengambil kebaikan darinya dan jika dia
tidak memiliki suatu kebaikan maka akan di
ambil untuknya keburukan dari saudaranya
itu (orang yang terdzalimi).” (HR. Bukhari)
Hakim dan Ahmad meriwayatkan dari hadits
Jabir bin Abdullah Unnais :
“Tidaklah sepantasnya bagi seorang penghuni
jannah masuk jannah padahal ia mempunyai
kedzaliman terhadap ahli neraka meskipun
hanya sebuah tamparan sehingga ditegakkan
qishash, kami berkata : “Ya Rasulullah,
bagaimana itu padahal kami akan
dikumpulkan dalam keadaan telanjang” ?
Beliau bersabda : “dengan kebaikan dan
keburukan”. (Fathul Bari : 1/293)

Iklan