SIRATH

Sirath adalah Jembatan yang dibentangkan di
atas neraka untuk di seberangi oleh orang-
orang mukmin yang menuju surga .

SIFAT SIRATH

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa salam
bersabda :

“Sesungguhnya Nabi pernah di tanya tentang
Sirath maka beliau berkata : “Tempat
menggelincirkan di atas nya ada besi
penyambar dan pengait dan tumbuhan berduri
yang besar, ia mempunyai duri yang
membahayakan seperti yang ada di Najed
yang di sebut pohon Su’dan .” (HR. Bukhari)

Di dalam Shahih Muslim dari Abi Said, Nabi
Shalallahu ‘Alaihi Wa salam bersabda: “Telah
sampai kepada ku bahwasanya Sirath itu
lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari
pedang .”
Orang Mukmin dan orang munafik melewati
sirath setelah orang kafir dilemparkan ke
neraka .

CARA MENDATANGI SIRATH

1. Orang-orang kafir mendatangi neraka, yaitu
datang memasuki neraka itu sebagaimana
firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

“Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat
lalu memasukkan mereka ke dalam neraka.
Neraka itu seburuk-buruk tempat yang
didatangi .” ( QS. Huud : 98 )

Orang-orang kafir digiring menuju Neraka
dengan berkelompok-kelompok Atau kalau
tidak begitu mereka di himpun dengan diseret
diatas muka-muka mereka, sebagaimana pula
telah kami jelas pada postingan kami
Masa
Ujian Bagi Kaum Mukminin kemarin .
2. Adapun orang-orang mukmin mendatangi
Sirath itu sesuai dengan Amalan mereka ,
Rasulullah bersabda :

“Ada yang melewati sirath laksana kejapan
mata, ada yang seperti kilat dan ada yang
seperti burung, ada yang seperti tiupan angin,
ada pula yang terbang seperti burung dan
ada yang menyerupai orang yang
mengendarai kuda, ada yang selamat seratus
persen, ada yang selamat dengan kondisi
lecet-lecet dan ada juga yang di
tenggelamkan di neraka jahannam .” (HR.
Bukhari dan Muslim)

Yang pertama menyeberangi Sirath adalah
Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa salam
dan para pemimpin umat beliau .
Rasulullah bersabda :

“Aku dan umatku yang paling pertama yang
diperbolehkan melewati Sirath dan ketika itu
tidak ada seorangpun yang berbicara kecuali
Rasul dan Rasul berdo’a Ya Allah…
selamatkanlah, Ya Allah…
selamatkanlah .” (HR. Bukhari)
Allah menyelamatkan orang-orang yang
bertaqwa dari Shirat sebagaimana firman
Allah :
“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-
orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-
orang yang dzalim di dalam neraka dalam
keadaan berlutut” . (QS.Maryam : 72)

Imam Baihaqi meriwayatkan dengan sanad
dari Masruq dari Abdullah berkata :
“Allah akan mengumpulkan manusia pada hari
kiamat nanti dan Mereka akan di anugerahi
cahaya sesuai dengan amal perbuatan
mereka. Di antara nya ada yang memperoleh
cahaya di hadapan nya, ada juga
mendapatkan cahaya lebih besar dari pada
itu, ada yang memperoleh cahaya sebesar
pokok kurma di sebelah kanan nya, ada juga
yang lebih kecil dari pada itu sampai yang
paling ujungnya.
Ada juga yang mendapatkan cahaya cuma di
ujung kakinya, sebentar-bentar menyala lalu
mati lagi. Kalau sedang menyala ia
memajukan kaki nya dan apa bila sedang
mati maka ia tegak berdiri .
Lalu beliau melanjutkan : Maka orang itu dan
lainnya melewati titian tadi. Sedangkan titian
itu pipih bagaikan mata pedang licin dan
tajam. Di perintahkan kepada mereka :
Lewatlah kalian menuruti cahaya masing-
masing, di antara mereka ada yang lewat
bagaikan lesatan bintang-bintang , ada yang
lewat bagaikan angin, ada juga yang lewat
bagaikan kejapam mata, ada pula yang
seperti kuda tunggangan yang kencang dan
ada lagi yang berjalan miring, mereka semua
berjalan sesuai dengan kadar amal mereka
sampai datang orang yang cahayanya cuma
diujung jempol kaki nya untuk lewat. Satu
tangannya terlepas dan tangan lainnya
bergelantungan juga satu kakinya terlepas
dan kaki lainnya bergelantungan, sedangkan
pinggir-pinggir tubuhnya di jilat api jahannam,
maka selamatlah mereka sampai ke
seberang.
ketika sampai mereka berkata : Segala puji
bagi Allah yang telah menyelamatkan kami
dari kamu (api neraka) Sungguh Engkau telah
memberikan kepada kami suatu pemberian
yang belum pernah di peroleh seorangpun
juga.
Mari kita simak firman Allah Subhanahu Wa
Ta’ala berikut ini :

“(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang
mukmin laki-laki dan perempuan , sedang
cahaya mereka bersinar di hadapan dan
sebelah kanan mereka , (dikatakan kepada
mereka) : Pada hari ini ada berita gembira
untuk mu , (yaitu) surga yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di
dalamnya . Itulah keberuntungan yang
banyak” . (QS. Al-Hadiid : 12)

“Pada hari ketika orang-orang munafik laki-
laki dan perempuan berkata kepada orang-
orang yang beriman : “Tunggulah kami
supaya kami dapat mengambil sebahagian
dari cahaya mu . Dikatakan (kepada mereka)

: “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah
sendiri cahaya (untuk mu) . Lalu di adakan
diantara mereka dinding yang mempunyai
pintu . Di sebelah dalamnya ada rahmat dan
di sebelah luarnya dari situ ada siksa” . (QS.
Al-Hadiid : 13)

“Orang-orang munafik itu memanggil mereka
(orang-orang mukmin) seraya berkata :
“Bukankah kami dahulu bersama-sama
dengan kamu ?” Mereka menjawab :
“Benar , tetapi kamu mencelakan dirimu
sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan
kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan
kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;
dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh
(syaitan) yang amat penipu” . (QS. Al-Hadiid :
14)

Demikian share ringkas dan sederhana
tentang SIRATH atau titian Sirathal Mustaqim
ini yang masih di nukil dari buku yang sama
seperti halnya Artikel sebelumnya pada
kategori Hidup Sesudah Mati….,selanjutnya
“Neraka” (AN NAR) dan semoga kita semua
Selamat dalam meniti Sirathal Mustaqim ini ,
dan sampai ketujuan yaitu Syurga . Insya
Allah…..!!