Hari Hisab

Hari hisab adalah saat dimana Allah
Subhanahu Wa Ta’ala menampakkan kepada
hamba-hambaNya amal-amal yang telah
mereka perbuat.
Allah berfirman :

“Sesungguhnya kepada kami mereka
kembali , kemudian kepada Kamilah mereka
mendapat hisab”. (QS. Al Ghasyiah : 25-26)

Yang di maksud dengan hisab adalah bahwa
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berdiri di antara
hamba-Nya dan menampakkan amal-amal
yang mereka perbuat dan ucapan yang
mereka lontarkan , serta segala yang terjadi
dalam kehidupan dunia , baik berupa
keimanan dan kekafiran atau keistiqamahan
dan penyelewengan .
Allah berfirman dalam surat Al-Jaatsiyah ayat
28 :

“Dan pada hari itu kamu lihat tiap-tiap umat
berlutut , tiap umat dipanggil untuk (melihat)
buku catatan amalnya . Pada hari itu kamu
diberi balasan terhadap apa yang kamu
kerjakan” .
Dan firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

“Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan
datangnya Allah dan malaikat (pada hari
kiamat) dalam naungan awan , dan
diputuskanlah perkara nya . Dan hanya
kepada Allah lah di kembalikan segala
urusan”. (QS. Al-Baqarah : 210)

Yaitu saat datangnya Allah dan malaikat ,
Dan saat itu merupakan kondisi yang mulia .
Lalu didatangkan orang-orang yang berpegang
teguh dengan kebenaran agar mereka di
hisab dan mereka berdiri berbaris- baris
untuk menghadap Rabb semesta alam .
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-
Kahfi Ayat 48 :

“Dan mereka di hadapkan kepada Rabbmu
dengan berbondong-bondong”.
Adapun orang-orang kafir akan di hisab untuk
memperburuk keadaan mereka dan
menegakkan hujjah atas mereka . Seperti
yang terkabar dalam firman Allah berikut ini :

“Dan ingatlah (ketika) hari di waktu Allah
menyeru mereka seraya berfirman :
Dimanakah sekutu-sekutu Ku yang kamu
katakan dahulu” . (QS. Al-Qashash : 62)
Maka orang-orang kafir bertingkat-tingkat
adzabnya sesuai amalan yang mereka
kerjakan . Neraka itu bertingkat-tingkat ,
sebagian di bawah sebagian yang lain .
Bila seseorang itu semakin kuat
kekafirannya , maka semakin keras pula
adzabnya .
Allah Subhanahu wa ta’ala menegakkan saksi
dihadapan hambaNya :

“Dan kamu tidak melakukan suatu pekerjaan
melainkan Kami menjadi saksi atasmu
diwaktu kamu melakukannya” . (QS. Yunus :
61)

Maka sebesar-besar kesaksian atas mereka
adalah Rabb yang menciptakan mereka .
Begitu pula Allah mempersaksikan manusia
atas diri mereka dan demikian juga bumi ,
hari-hari , malam , harta , malaikat dan
seluruh anggota badan menjadi saksi .

Allah bertanya kepada hamba-Nya tentang
apa yang telah ia kerjakan di dunia :
“Maka demi Rabbmu , kami pasti akan
menanyai mereka semua tentang apa yang
mereka kerjakan dahulu” . (QS. Al-Hijr :
92-93)

Seorang hamba akan di tanya tentang 4 hal :
Umur nya , Masa muda nya ,Harta nya dan
Amal nya dan akan di tanya tentang nikmat
yang ia rasakan : “kemudian kamu pasti
akan di tanyai pada hari itu tentang
kenikmatan” . QS. At-Takaatsur : 8
Dan akan di tanya tentang
janji ,pendengaran , penglihatan dan hati .
Orang-orang beriman akan menemui Allah
sendirian , mereka mengakui dosa-dosanya ,
sehingga apabila ia melihat bahwasanya
dirinya akan binasa , Allah berfirman kepada
nya : “Aku telah menutupinya bagi mu di
dunia dan Aku mengampuni nya hari ini” .

Adapun orang-orang kafir dan munafiq , maka
Allah akan memanggil mereka di hadapan
para makhluk dan akan di hisab di depan
manusia .

Hisab secara umum berlaku bagi seluruh
manusia , selain mereka yang dikecualikan
oleh Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa salam yang
berjumlah 70.000 orang di antaranya Ukasah
bin Muhsan . Di antara sifat-sifat mereka
adalah tidak meminta agar lukanya di tempel
dengan besi panas (pengobatan kayy) , tidak
meramal nasib dengan burung (tathayyur) dan
mereka bertawakkal kepada Rabb mereka .
Umat yang pertama kali dihisab adalah umat
Nabi Muhammad SAW , maka kita umat
yang terakhir namun yang pertama di hisab .
Yang pertama kali dihisab dari hak-hak Allah
pada seorang hamba adalah Shalatnya ,
sedang urusan yang pertama kali di putuskan
di antara manusia adalah tentang urusan
Darah .

Pada detik-detik terakhir hari perhitungan ,
setiap hamba akan di beri kitab (amal) nya
yang mencakup lembaran-lembaran yang
lengkap tentang amalan yang telah ia
kerjakan di dunia .

Al Kitab adalah lembaran yang mencakup
didalamnya amalan-amalan yang di tulis
Malaikat terhadap orang yang mengerjakan
amalan tersebut .

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Adapun orang yang di berikan kitabnya dari
sebelah kanannya maka ia akan di periksa
dengan pemeriksaan yang mudah dan ia
akan kembali kepada kaumnya (yang sama-
sama beriman) dengan gembira .Adapun
orang yang diberikan kitabnya dari belakang
maka ia akan berteriak : “celakalah aku” ,
dan ia akan masuk ke dalam api yang
menyala-nyala (neraka)” . (QS. Al- Insyiqaaq :
7-12)

CARA PENERIMAAN KITAB

1. Orang yang beriman : Di berikan kitabnya
dengan tangan kanannya dari arah depan dan
apabila ia melihat kitabnya ia merasa bahagia
dan bergembira . Allah Subhanahu Wa Ta’ala
berfirman menggambarkan keadaan orang
mukmin :

“Adapun orang-orang yang di berikan
kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya ,
maka dia berkata :”Ambil lah , bacalah
kitabku (ini) sesungguhnya aku yakin ,
bahwasanya aku akan menemui hisab
terhadap diri ku . Maka orang itu berada
dalam kehidupan yang di ridhai , dalam
surga yang tinggi , buah-buahnya dekat ,
(kepada mereka dikatakan) : Makan dan
minumlah dengan sedap di sebabkan amal
yang telah kamu kerjakan pada hari- hari
yang telah lalu . (QS. Al- Haaqqah : 19-24)

2. Orang kafir dan orang munafik : Mereka
menerima kitab mereka dengan tangan kiri
mereka dari belakang punggung mereka
kemudian di seru dengan kecelakaan dan
kebinasaan , Allah SWT berfirman
menggambarkan keadaan mereka :

“Adapun orang yang di berikan kepadanya
kitabnya dari sebelah kirinya , maka dia
berkata : “Wahai alangkah baiknya kiranya
tidak diberikan kepadaku kitabku (ini) , dan
aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diri
ku , Wahai kiranya kematian itulah yang
menyelesaikan segala sesuatu .

Harta ku sekali-kali tidak memberi manfaat
kepadaku , telah hilang kekuasaanku dari
ku .” (Allah berfirman) : “Peganglah dia lalu
belenggulah tangannya ke lehernya .
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api
neraka yang menyala- nyala .” (QS. Al-
Haaqqah : 25-31)

PADANG MAHSYAR ITU MENCEKAM

Dari Aisyah bahwasanya beliau bertanya
kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa salam :
Apakah anda akan mengingat keluarga
anda ? beliau (Rasulullah) menjawab :
Adapun dalam tiga keadaan maka tiada
seorangpun yang mengingat orang lain
satupun :

1. Ketika Mizan (ditimbang) sehingga ia
mengetahui apakah timbangan (amal)nya
ringan ataukah berat ?

2. Ketika pemberian lembaran-lembaran ,
sehingga ia tahu dimana terletak kitabnya .
Apakah sebelah kanannya atau di sebelah
kirinya atau dari belakangnya .

3. Dan ketika Shirat diletakkan di atas dua
tepi neraka sehingga ia dapat melewatinya .
(HR. Abu Dawud dan Al Hakim , beliau
berkata hadits ini shahih menurut syarat
keduanya)

Dan ketika para hamba diberikan kitab-kitab
mereka , maka dikatakan pada mereka :

“(Allah berfirman) : Inilah kitab (catatan) Kami
yang menuturkan terhadapmu dengan benar .
Sesungguhnya Kami telah menyuruh
mencatat apa yang telah kamu kerjakan” .
(QS. Al-Jaatsiyah : 29)

Hari Hisab ini adalah perkara setelah perkara
Syafa’at yang akan dilalui seorang hamba
menuju Rabbnya dan berikutnya
“MIZAN”….,,Semoga bermanfa’at !!