SYAFA’AT

Syafa’at berasal dari kata asy-syafa’ (ganda)
yang merupakan lawan kata dari Al-witru
(tunggal) , yaitu menjadikan sesuatu yang
tunggal menjadi ganda , seperti membagi
satu menjadi dua , tiga menjadi empat, dan
sebagainya . Ini pengertian secara bahasa .
Sedangkan secara istilah , syafa’at berarti
menengahi perkara orang dengan memberikan
manfaat atau menolak mudharat .

MACAM-MACAM SYAFA’AT

1. Syafa’at khusus yang di miliki Nabi
Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa salam yakni
SYAFA’AT AL ‘UDHMA (Syafa’at Agung) bagi
para penduduk mahsyar, sampai nantinya
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala mencabut
adzab dari umat manusia dan menghisab
mereka .

2. SYAFA’AT UMUM yakni bagi kaum
Mukminin yang masuk neraka agar mereka
dapat keluar darinya, dan ini di miliki oleh
Nabi Muhammad s.a.w dan para Nabi selain
beliau , juga di miliki oleh para malaikat
serta kaum Mukminin namun di sana ada 2
syarat yg harus di penuhi yaitu :
a. Ada izin dari ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala
untuk memberikan syafa’at
“Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi
Allah tanpa izin-Nya ?”(QS. Al Baqarah : 255)

b. Adanya Ridha ALLAH bagi si pemberi
syafa’at dan bagi yang akan menerima
syafa’at .

“Dan mereka tiada memberi syafa’at
melainkan kepada orang yang diridhai Allah” .
QS. Al Anbiyaa’ : 28

ASY SYAFA’AH AL ‘UDHMA (SYAFA’AT
AGUNG)

Dalam riwayat Qatadah dari Anas
Radhiyallahu ‘Anhu , berkata : Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

“Allah mengumpulkan manusia pd hari
kiamat,maka mereka menjadi sedih karena
hal itu. Dalam Riwayat lain : Hal itu
menggelisahkan mereka lalu berkata:
Alangkah baiknya kalau kita memohon
syafa’at kepada Rabb kita sehingga ia
memberikan kenyamanan pada tempat kita
ini ?

Beliau melanjutkan sabdanya : Maka
merekapun mendatangi Nabi Adam AS,lalu
mereka mengatakan : Engkau adalah Adam
moyangnya para makhluk,Allah menciptakan
Engkau dengan tangan-Nya dan meniupkan
ruh-Nya ke dalam dirimu dan Allah telah
memerintahkan para malaikat ( untuk
bersujud kepadamu) lalu merekapun bersujud
kepadamu , maka mintalah SYAFA’AT kepada
Rabbmu untuk kami sehingga kami di beri
rasa nyaman oleh Allah ditempat kami ini .
Maka beliau menjawab : bukan aku orang
yang kalian cari (maka beliau menyebutkan
kesalahan-kesalahan yang menimpa beliau ,
sehingga beliau merasa malu kepada
Rabbnya karena kesalahan- kesalahan beliau
tadi) akan tetapi datangilah Nuh karena beliau
adalah Rasul yang pertama yang Allah utus
kepada penduduk bumi .

Beliau (Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa salam)
melanjutkan sabdanya : Maka mereka pun
mendatangi Nabi Nuh AS,namun beliau
menjawab , “Bukan aku yang kalian cari-
seraya beliau menyebutkan kesalahan-
kesalahan yang menimpa beliau sehingga
beliau merasa malu kepada Rabb nya karena
kesalahan- kesalahan tadi , akan tetapi
datangi lah Nabi Ibrahim , yang Allah telah
menjadikannya kekasih .

maka merekapun mendatangi Nabi Ibrahim
namun beliau berkata ; bukan aku yang
kalian cari – seraya beliau menyebutkan
kesalahan- kesalahan yang menimpa beliau ,
sehingga beliau merasa malu kepada Rabb
nya karena kesalahan- kesalahan tadi , akan
tetapi datangilah Nabi Musa yang telah Allah
ajak bicara dan ALLAH memberi Taurat
kepadanya .

Beliau (Rasulullah saw) melanjutkan sabda
nya : Maka mereka mendatangi Nabi Musa ,
namun Nabi Musa berkata ; Aku bukanlah
yang kalian cari – seraya beliau
menyebutkan kesalahan- kesalahan yang
menimpa beliau sehingga beliau merasa malu
kepada Rabb nya karena kesalahan-
kesalahan tadi , akan tetapi datangilah Nabi
Isa , beliau adalah Ruh Allah dan Kalimat
Nya , Maka merekapun mendatangi Nabi Isa
Ruh Allah dan Kalimat Nya , tapi beliau
berkata , “Bukan aku yang kalian cari ,
tetapi datangilah Nabi Muhammad SAW ,
beliau adalah Hamba yang telah diampuni
dosa nya , baik yang lampau maupun yang
akan datang oleh ALLAH Subhanahu Wa
Ta’ala .

Anas berkata : Rasulullah SAW melanjutkan
sabda nya ; “Maka merekapun mendatangi
ku , lalu aku pun meminta ijin kepada
Rabbku dan Dia mengijinkan aku . Maka Aku
melihat ALLAH SWT, Akupun bersujud dan
Dia membiarkan Aku sampai batas yang Ia
kehendaki , lalu di katakan: Wahai
Muhammad , Bangkitlah .

Katakanlah kau akan didengar , mintalah
engkau pasti di beri , mintalah SYAFA’AT
engkau akan diberi SYAFA’AT . Maka Akupun
mengangkat kepala ku , lalu Aku memuji
Rabbku dengan pujian yang di ajarkan oleh
Rabbku , kemudian Akupun memberi
SYAFA’AT , lalu ALLAH memberi Aku batas
maka Akupun mengeluarkan mereka dari
Neraka dan memasukkan mereka ke
Jannah .

Lalu aku kembali lagi dan akupun bersimpuh
Sujud , lantas ALLAH membiarkan Aku
sampai batas yang Dia kehendaki , lalu di
katakan padaku , Bangkitlah Wahai
Muhammad .

Katakanlah pasti akan didengar,mintalah kamu
akan di beri .Lalu Aku mengangkat kepala ku
dan Aku memuji Rabbku dengan pujian yang
Ia ajarkan padaku . (HR. Bukhari Muslim)

Dan dalam Hadits Riwayat Abdullah bin Al
Harits dari dia dari Ahmad…Maka Allah
Subhanahu wa ta’ala berfirman : “Hai
Muhammad apa yang kamu maui untuk Aku
perbuat terhadap umat mu ? Maka Aku (Nabi
SAW) menjawab : Wahai Rabbku
segerakanlah hisab mereka .”

Demikianlah perkara Syafa’at yang kami nukil
dari buku Khuthatun Li Mustaqbalika oleh
Jasim Muhammad Al Muthawwi’ , dan perlu
diketahui juga kalau perkara Syafa’at ini
adalah lanjutan dari postingan kami terdahulu
“Keadaan orang-orang yang bertaqwa pada
hari kiamat
dan selanjutnya Hari Hisab…
“Dan berapa banyaknya malaikat di langit,
syafaat mereka sedikitpun tidak berguna
kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang
yang dikehendaki dan diridhai (Nya) .” (QS.
An Najm :26)

“Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali
(syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah
telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah
meridhai perkataannya .” (QS. Thaahaa: 109)
Firman Allah dalam Surah Al Anbiyaa’ Ayat
28 :

“Allah mengetahui segala sesuatu yang di
hadapan mereka (malaikat) dan yang di
belakang mereka , dan mereka tiada
memberi syafaat melainkan kepada orang
yang diridhai Allah , dan mereka itu selalu
berhati-hati karena takut kepada-Nya “.

Iklan