Perjalanan Seorang Hamba Menuju Rabbnya

Assalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh….

Alhamdulillah…, puji dan syukur terpanjatkan
kepada Allah Rabb semesta alam .
Shalawat
serta salam semoga tercurah kepada Nabi
besar Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa
sallam dan para sahabatnya serta orang-
orang yang senantiasa berpegang teguh
dengan manhajnya sampai hari kiamat nanti .
Amma ba’du….
Diantara nikmat teragung yang Allah berikan
kepada para hamba-Nya adalah dijadikannya
hamba tersebut senantiasa ingat kepada-Nya
dan ingat akan pembalasan-Nya . Karena
hanya dengan inilah seseorang senantiasa
membersihkan dan memurnikan seluruh amal
perbuatan yang ia kerjakan hanya ditujukan
untuk mengharap ridha-Nya .
Dan tidak ada karunia terbesar melebihi
keridhaan Allah kepada hamba-Nya , bahkan
ridha-Nya lebih agung dari karunia jannah
yang kelak akan diberikan kepada para
hamba-Nya yang beriman .

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa sallam
senantiasa mengaitkan keimanan kepada Allah
dengan keimanan kepada hari akhir yang di
dalamnya terdapat janji pahala dan ancaman
siksa . Maka jika seseorang telah tertanam
perasaan takut dan cemas akan hari akhir ,
khawatir akan hari hisab , sedih jika
memikirkan nasibnya kelak di hari kiamat ,
selalu menangis jika membayangkan
dahsyatnya keadaan padang mahsyar ;
pertanda bahwa keimanan yang ada dalam
hatinya semakin sempurna .

Sungguh perasaan cemas, takut, khawatir dan
sedih dalam menghadapi negeri mahsyar
yang penuh dengan suasana kedahsyatan
itulah yang mendorong , mengarahkan dan
memotivasi seseorang untuk senantiasa
meningkatkan amal shalih dan menahan
dorongan syahwat untuk berbuat maksiat .
Seseorang akan senantiasa mampu bersabar
atas beratnya beban hidup yang dihadapi
ketika teringat akan ganjaran yang Akan
Allah berikan atas kesabarannya di dunia
atas kesabarannya dalam beribadah atas
kesabaran dalam menahan diri dari
kemaksiatan dan nafsu syahwat .
Sesungguhnya seorang hamba dituntut untuk
mengetahui masa depan hidupnya yang
hakiki , sehingga ia akan mempersiapkan diri
untuk menghadapinya . Setiap manusia akan
membuat garis hidupnya untuk menghadapi
kehidupan di dunia ini dan masa depannya ,
sedang sesaatnya kehidupan dunia itu
tiadalah sebanding dengan kehidupan dan
masa depannya yang hakiki . Dengan
demikian sudah selayaknya seorang mukmin
yang berakal telah menggariskan (membuat
planing) untuk dunia nya , lebih-lebih
akhiratnya .

Ada seorang yang datang kepada Sufyan
Ats-Tsauri seraya berkata : “Berilah aku
nasehat” , kemudian Sufyan berkata :
“Beramallah kamu untuk dunia sesuai dengan
lamanya kamu tinggal di situ , dan
beramallah kamu untuk akhiratmu
berdasarkan kekalan dan keselamatan mu di
akhirat .

(Wafiyatul a’yan Li Ibni Khalikan
Juz 2/287 ).
Dan untuk itu kami ingin menjelaskan
berbagai keadaan akhirat dalam kisah
Perjalanan Seorang Hamba Menuju Rabbnya ,
sebagaimana yang kami dapatkan faedah dari
nash-nash yang shahih baik dari Al-Qur’an
maupun Sunnah .

Semoga kita senantiasa memahami dan
memikirkannya , karena hal itu merupakan
sebaik-baik ibadah sebagaimana dikatakan
Ka’ab :
“Barang siapa ingin merasakan kemulian
akhirat , maka perbanyaklah berpikir….
niscaya dia akan menjadi tahu .” (Al-
Adhamah Lil Ashbahani/51).
Dan Al-Hasan berkata : “Berpikir sesaat itu
lebih baik dari pada shalat semalam
suntuk .”
(Miftah Darus Sa’adah Juz 1/297)

YA ALLAH……
Kami memohon kepada-Mu agar senantiasa
memberikan rizki kepada kami untuk
senantiasa bertafakkur terhadap akhirat dan
senantiasa merenungi diri kami , di mana
kami juga akan melakukan suatu perjalanan
dari satu fase menuju fase berikutnya yang
diawali dengan kehidupan dunia dan di akhiri
dengan kelezatan dan keni’matan
jannah….Insya Allah.
Oleh sebab itu Imam Al Muhasibi menasehati
murid nya : “Ziarahilah kubur karena
kekhawatiran mu (kesedihanmu) , dan
agungkanlah padang mahsyar dengan
hatimu .”
(Risalatul Mustarsyidin : 73)
“Tiada tempat tinggal bagi seorang yang
akan dihuni setelah kematiannya , kecuali
tempat tinggal yang telah ia bangun sebelum
kematiannya .

Jika ia membangun nya dengan kebaikan ,
maka indahlah tempat tinggalnya itu namun
jika ia bangun dengan keburukan dosa-dosa ,
niscaya merugilah pemiliknya .
Jiwa (seseorang) itu selalu mencintai dunia ,
padahal ia tahu bahwa zuhud di dunia adalah
dengan meninggalkannya .
Maka tanamlah pokok ketaqwaan itu selama
kamu mampu dan ketahuilah bahwa kamu
akan menjumpai nya setelah kematianmu .
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang
Perjalanan Seorang Hamba Menuju Rabbnya
ini , Insya Allah pada postingan berikutnya
yang di mulai dari Hidup Sesudah Mati yaitu

ALAM KUBUR” .
Kita mohon kepada Allah agar menjadikan
kita sebagai ahlul akhirat dan orang-orang
yang ditentukan (untuknya) , dan mudah-
mudahan amal kita diterima disisi-
Nya….,,Alhamdulillahi rabbil ‘Alamiin .