Bisa Jadi Dia Lebih Benar

Selamat malam sobat wp…!
Bisa Jadi Dia Lebih Benar
-kita seringkali merasa paling benar dalam berpendapat atau bertindak, sehingga kita lupa bahwa setiap orang punya sudut pandang yang berbeda dengan kita yang mungkin lebih kreatif dan
inovatif.

Pendapat kita mungkin benar, tetapi kebenaran yang disampaikan dengan cara dan
waktu yang tidak tepat, justru bisa berubah menjadi kesalahan yang lebih fatal, apa yang kita rasa benar,bisa jadi keliru. itu sebabnya,
sebelum mengingatkan dan mengungkapkan apa
yang kita inginkan, sebaiknya kita melakukan tabayyun dulu, kita mengorek pendapatnya,
menggali pikirannya dan meminta penjelasannya,
sesudah itu barulah kita sampaikan pikiran- pikiran kita, untuk kemudian membicarakan perubahan apa yang bisa kita lakukan.

Mengingatkan dengan cara seperti ini lebih aman, gagasan dan pesan bisa kita sampaikan dengan lebih baik dan Sekaligus lebih mudah di
terima, kita juga bisa lebih lapang Dada dalam menerima kritik, menyadari dan
menggunakannya sebagai pijakan untuk berubah, tak perlu ada yang harus saling dipermalukan atau mempermalukan.

Kalau Kita salah, kita bisa lebih mudah meminta maaf, kita juga lebih ringan memberi
maaf, sehingga hubungan antara suami dan istri,
teman, mitra kerja akan lebih hangat dan mesra, tidak bertikai gara- gara anak, dan
apapun. Pertengkaran kerapkali terjadi bukan oleh masalah-masalah besar dan mendasar, tetapi hanya karena persoalan-persoalan sepele yang kita ungkapkan dengan cara yang salah .

diantara hal-hal yang rawan terjadi pertengkaran adalah menyampaikan perasaan atau malah keinginan sebelum membicarakan tentang apa
yang terjadi, dan Ini tidak hanya ketika kita membicarakan perilaku anak dan yang lainnya.

Kalau misalnya suami atau istri kita pulang terlambat, mitra kerja terlambat lalu kita sambut dengan perkataan, ”Ou… masih ingat ya?
Saya kira mau menginap di jalan”, pertengkaran hebat
mungkin akan segera terjadi, setidaknya suami/istri atau mitra anda enggan mengungkapkan isi hatinya, suami/istri atau mitra merasa tidak terlalu nyaman berinteraksi dengan kita. tetapi
akan berbeda jika kita menyambutnya dengan
kalimat netral, ”terlambat ya Mas” atau kalimat yang lebih positif dari itu, maka keharmonisan akan semakin hangat.