JIWA MANUSIA ( NAMA-WUJUD-RUPA-RASA)

image

“WAFI AMFUSIKUM AFALA
TUBSIRUUN”

Artinya :
“Aku ada di dalam Jiwamu,mengapa kamu tidak melihat?

“Audzubillahiminasyaitonnirrojim…
Bismillahirrahmaanirrahiim”

Aku berlindung kepada Allah Yang
Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui dari [godaan] SIFAT
syaitan yang terkutuk.

Manusia adalah tempatnya Idajil. Iblis,Syaitan, Jinn, 10 Malaikat [Sifat
Malaikat] Surga dan Neraka, 7 lapis
langit 7 lapis bumi [Hati yang lapang].

Makna-makna yang terkandung dalam setiap kitab suci semuanya dirangkum dalam Al-Quran.

makna-makna yang terkandung dalam Al-Quran dirangkum semuanya dalam surat Al-Fatihah dan makna-makna yang terkandung dalam surat Al-Fatihah dirangkum dalam kalimah Bismillaah.

Makna-makna yang terkandung dalam kalimah Bismillaah dirangkum dalam huruf Ba-nya.

makna yang terkandung dalam huruf Ba adalah :
“Oleh-KU telah terjadi sesuatu yang
telah terjadi dan oleh-KU akan terjadi sesuatu yang akan terjadi”

Makna TITIK pada huruf “Ba” adalah HATI di belakang hati ada sifat 20.

[Pintu masuk = “Man Arofa Nafsahu
Faqod Arofa Robbahu”]

Ketemu huruf Ba = Qolbi
Ketemu huruf Sin = Perkataan,Itiqod,Prilaku
Ketemu huruf Mim = Ilmu
Ketemu dengan ALIF – LAM – LAM – HA

” Sesungguhnya syaitan berjalan dalam tubuh Manusia di tempat peredaran darah.”
[HR. Al Bukhari: 7171 dan Muslim: 2175 dari hadits Shafiyyah Radhiyallahu ‘anha].

Memisahkan sifat baik dan sifat buruk,sifat halal dan sifat haram di proses oleh ilmu melalui Tharekat.

“Ketika Allah menciptakan Adam
[Cahaya = SIFAT Malaikat] di Surga,
Allah pun meninggalkannya sesuai
dengan kehendak-Nya.Maka Iblis pun mengitari [Adam] dan memperhatikan bagaimana keadaannya,ketika melihat
ada sisi yang kosong,maka dia pun
mengetahui bahwa Allah telah
menciptakan satu ciptaan yang tidak mampu untuk menahan diri.”

Ketika pindah ke Alam Dunia, Adam di masukkan ke dalam jasad, hakikat jasad adalah merupakan
penjara dunia.

Allah Subhana wa Ta’ala hanya
menciptakan Rahmat dan Ni’mat, Allah Subhana wa Ta’ala tidak menciptakan Neraka ketika Adam berada di Alam Rahmat…

Di saat Iblis tidak mau bersujud/hormat kepada Adam maka lahirlah Neraka,Neraka adalah buah TEKAD Iblis,ketika permohonannya dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menggoda anak cucu Adam sampai
hari Kiamat…

Dasar penciptaan WUJUD INSAN
adalah AR RAHMAN dan ketika
manusia sudah menjadi banyak,akhirnya banyak yang tertukar dengan sifat munafik, sifat sombong,sifat ujub,sifat riya, sifat takabur = menolak kebenaran dll.

penyebabnya adalah karena sumber diri manusia tidak menemukan fitrahnya…

*Sifat-sifat Iblis,Setan,Jinn :HUBBUD DUNIA adalah pangkal dari semua sifat-sifat sombong,ujub,riya,takabur,fasik,munafik,iri,dengki,dendam,benci,dusta,sum’ah,bohong,zhalim,khianat,rakus,bakhil,kikir,fitnah,ghibah,mencela,menghina,mencemooh,perkataan kasar dan kotor dll.

RAHMAT ALLAH dan SYAFA’AT
RASULULLAH sangat sulit untuk
menetes ke dalam hati yang di penuhi penyakit hati yang keras.

hati yang susah untuk menerima nasehat,butuh proses untuk bisa melunakkan hati,yaitu dengan menerima segala yang datang kepada hati dengan kelapangan
walaupun yang datang adalah sesuatu hal yang paling menyakitkan,yang tidak sesuai dengan harapan…

Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wassalam :
“Allah tidak memandang RUPA dan
HARTAMU tetapi Allah memandang
HATI dan AMALANMU”

Musyrik  Dholalah : Latta,Uza,Manat,Hubal.

Syirik Khofi : Islam yang tekadnya
berubah.

Syirik Lijati : Hati Islam,pekerjaan
musyrik.

Syirik Li’ijati : Pindah-pindah Agama.

Kufur : Ucapan yang buruk.

Kafir : Manusia yang jahat hatinya.

Kufar : Prilaku dan langkah yang
buruk.

Hadast-hadast BAATHIN [Berhala-
berhala di dalam hati, uapnya akan menutupi Baathin].

SIFAT membuktikan ISI HATI
Akhlaq Baathin yang sudah buruk,
karena Iblis,Syaitan dan Jinn telah
mengkapling HATI ,membuat manusia berubah TEKAD.

Perkataan,tekad dan tingkah lakunya cerminan dari sifat-sifat Iblis,Setan dan Jinn.Mereka selalu membuat perangkap,jebakan halus,menghalangi dan membelokan jalan menuju kepada kebenaran dan kebaikan [Menawarkan Surga, mengajak ke Neraka].

SATU KEBENARAN,DI BUNGKUS 100
KEPALSUAN”
Seperti semut hitam yang berjalan di atas batu hitam,di kegelapan malam di dalam gua yang gelap”

Hadast Baathin menjadi benih
KEBENCIAN  akan menghasilkan
HALUSINASI JIWA :

•Merasa paling baik…
•Merasa paling benar…
•Merasa paling pandai…
•Merasa banyak amal…
•Merasa paling shaleh…
•Merasa ahli ibadah…
•Ingin dipuji…
•Ingin disanjung…
•Ingin di hormat…
•Mengagumi diri…
•Melupakan dosa…
•Melupakan azab…
•Berandai- andai terhadap Allah…
•Berangan-angan Surga…
•Benci kepada yang tidak shalat…
•Benci kepada manusia yang tidak
disukai…
•Menghina…
•Melecehkan…
•Mencemooh…
•Panjang angan – angan dll.

Ibadah yang dibarengi dengan perasaan akan membuka jebakan- jebakan dan perangkap yang sangat halus,pintu masuknya syaitan ke dalam hati :

•Seperti ahli ibadah…
•Seperti ahli agama…
•Seperti ahli shalat…
•Seperti orang pandai…
•Seperti ahli surga…
•Seperti orang baik..dll.

“Orang-orang yang tidak beriman
kepada kehidupan akhirat,mempunyai sifat yang buruk dan
Allah mempunyai sifat yang Maha
Tinggi; dan Dia-lah Yang Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(An-Nahl : 60)

Sukma/Atma/Ruh/Jiwa = 4 Ruh
DIRI adalah AMANAT SUCI dari YANG MAHA SUCI.

•Diri yang tidak pernah berbohong.
•Diri yang selalu jujur.
•Diri yang selalu mengajak kepada
kebaikan.
•Diri yang selalu menasehati.
•Diri yang selalu mempunyai solusi.
•Diri yang suka membantu orang lain.
•Diri yang suka menolong orang lain.
•Diri yang tidak suka menyakiti orang lain.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan zhalim.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan maksiat.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan kikir.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan iri.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan dengki.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan kesombongan.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan khianat.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan dusta.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan syirik.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan musyrik.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan ujub.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan riya.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan takabur.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan munafik.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan hati yang keji.
•Diri yang tidak suka di kotori dengan munkar dll.
•Diri yang hanya menerima Sifat
kebaikan.

Diri yang di bawah payung syariat :
Wajib – Halal – Haram – Mubah –
Makruh.
Hakikatnya diri ini “di pakai “ oleh
Allah…

•Tafakur sesaat lebih baik dari 1000 shalat…

•Ketika diri susah untuk menerima
nasehat…

•Ketika diri berat untuk berbuat
kebaikan…

•Ketika diri berat untuk ibadah…

•Ketika diri berat untuk jujur…

•Ketika diri berat untuk shalat…

•Ketika diri berat untuk sedekah…

•Ketika diri berat untuk infaq…

•Ketika diri berat untuk zakat dll

•Ketika nafsu selalu condong kepada keburukan maka hati menjadi mudah jengkel,rewel,uring-uringan,kesal,sering marah,kecewa,kata hati menjadi keji dan kotor,pengumpat dan pencela,perbuatan menjadi munkar dll.

Saat itulah dorongan diri sudah lemah tidak berdaya,karena keinginan hati yang tidak terpenuhi,keinginan hati yang tidak terpuaskan,menyangka bahwa orang lain bakal bisa memenuhi
segala keinginannya,inginnya yang
datang dari orang lain semuanya
adalah hal yang baik-baik saja,inginnya yang datang dari orang lain adalah segala hal yang mengenakan dan menentramkan hati,perang permanen antara
RASA NURANI dan RASA HAWA
NAFSU …

Salah target,karena terlalu banyak
berharap kepada orang lain,menyangka bahwa orang lain bisa
mengadakan dan meniadakan
segalanya…

inginnya Tuhan mengikuti
keinginan kita…
Ibarat bayi yang ingin minum air susu ibunya,dia akan menjerit sekuat tenaga,muka menjadi merah karena keinginannya belum terpenuhi…

*Dirancanglah melalui nafsu oleh Iblis…*

*Sehingga mudah untuk putus asa
*Sehingga mudah was-was
*Sehingga mudah marah,kesal,jengkel dll.
*Sehingga mudah untuk membunuh.
*Sehingga mudah untuk bunuh diri.
*Sehingga mudah untuk menzhalimi.
*Sehingga mudah untuk khianat.
*Sehingga mudah untuk menipu.
*Sehingga mudah untuk korupsi.
*Sehingga mudah untuk tawuran.
*Sehingga suami mudah untuk memukul istri.
*Sehingga istri mudah untuk melawan suami.

*Sehingga anak mudah untuk melawan orang tua dll…

#Tidak ada Ruh sabar
#Tidak ada Ruh syukur
#Tidak ada Ruh ikhlas
#Tidak ada Ruh tawakal

Karena selalu memperturutkan hawa nafsu,hidupnya hanya untuk
menghamburkan usia,menghamburkan waktu,
menghamburkan harta,hidupnya
hanya untuk kepuasan sesaat,tidak
peduli dengan Ilmu,tidak peduli dengan kampung akhirat,tersihir oleh gemerlapnya dunia,merasa nyaman hingga terlena dan mabuk oleh harta dan kemewahan,karena otak dan hati sudah di kapling oleh virus,akhirnya menjadi terhijab,hidup menjadi terasa hambar,jenuh,bosan,malas dll.

karena sudah kehilangan RUH SHALAT,baathin menjadi terlantar, bukankah shalat itu untuk mengundang Rahmat ?

Mengapa yang datang adalah Neraka pengap dan Neraka gelap?

Neraka panas dengan berbagai macam masalah yang tak kunjung usai,sengketa dunia,tidak ada ketenangan jiwa,hati selalu cemas dan was-was,ragu,panjang angan-angan,ketakutan akan masa depan, ketakutan akan hari esok dll, susah untuk mencapai jalan kebaikan…

*Kesusahan adalah buatan manusia…
*Susah adalah pemberian Allah…
Bersyukur ketika ada sangatlah mudah,tapi di saat tenggorokan kering,dengan mudahnya menyalahkan Allah…
Protes…Mengisi soal kehidupan dengan mengumpat,mengeluh,tidak menerima,ujung-ujungnya jengkel,rewel marah dll,sehingga menjadi munafik,kufur ucapan…

Dimana Tawadhu?
dimana Qona’ah?
dimana Tawakal?

Intinya hidup adalah mengabdi dan melayani manusia dengan baik.tulus,ikhlas tanpa pamri.

hakikatnya adalah sedang mengabdi kepada Allah dan Rasul-Nya…

*Melihat dengan Rahmat *Mendengar dengan Rahmat
*Berkata dengan Rahmat
*Berpikir dengan Rahmat
*Berjalan dengan Rahmat
*Bekerja dengan Rahmat dll…

” Nasib Agama bagaikan daun pisang, ketika hujan di butuhkan, ketika kemarau di campakkan ”

LAM YALID WA LAM YULAD :
Tidak beranak dan diperanakan
dengan benda Tidak beranak dan diperanakan dengan makhluk dll…

Mengaku beragama Islam….
*Allah-nya di keris
*Allah-nya di ajimat
*Allah-nya di batu cincin
*Allah-nya di ayat di kulit binatang
*Allah-nya di kemenyan
*Allah-nya di duit brazil
*Allah-nya di merah delima
*Allah-nya di harta karun Sukarno dll…

Mencari bahagia di dalam harta, tahta,tetapi kenyataan yang ada..

Harta habis,rumah ludes, keluarga
berantakan…Lingkaran setan…Ingin kaya,ingin kuasa,ingin digjaya,ingin sakti dll.

Barang / benda ini menjadi media dan rumah bagi Jinn,kemenyan,bunga dll adalah merupakan sumber makanannya,perlahan dan pasti aqidah sedang di belokkan…

NAFSU KETUHANAN…

Sebuah proses Ilmu yang sangat berat untuk bisa menemukan hakikat LAM YALID WA LAM YULAD…”

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan HAWA NAFSU-nya sebagai Tuhannya
dan Allah membiarkannya berdasarkan Ilmu-Nya.[1384]
dan Allah telah mengunci mati
PENDENGARAN dan HATI-nya dan
meletakkan tutupan atas PENGLIHATAN -nya?
Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah [membiarkannya sesat]
.Maka mengapa kamu tidak
mengambil pelajaran?”[QS al-Jatsiyah:45: 23]

Baathin yang terlantar tanpa makanan halal / amalan bersih mengakibatkan peredaran darah menjadi kotor,akibatnya menjadi penyakit,mudah marah,depresi,stress,was-was,keraguan,hati resah, jiwa gelisah,pikir tidak tenang,hati panas,hati membatu,stroke,penyakit jantung,kanker,darah
tinggi,tumor,sakit yang panjang di
masa tua,sakaratul maut yang lama
dll.

Efek dari hadast-hadast baathin, akan membuat baathin terhijab dan qolbu menjadi gelap,hati mengalami kebutaan…

“Sesungguhnya bukan buta mata itu yang buta,tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada”[Al Hajj: 46].

BAATHIN adalah maqamnya RUH :
BILLA HAEFFIN artinya tak berwarna dan tak berupa,tidak merah tidak hitam,tidak gelap tidak pula terang.

BILLA MAKANIN artinya tidak berarah tidak bertempat,tidak di barat tidak di timur,tidak di utara maupun di selatan,tidak di atas maupun di bawah.

Baathin bisa kotor oleh uap-uap nafsu kotor dari :
1. NAFSU AMARAH
2. NAFSU SAWIYAH
3. NAFSU LAWAMMAH
4. NAFSU MUTHMAINAH adalah nafsu yang diberikan bersamaan dengan RUH.

Sifatnya nafsu adalah meliputi,jika
Nafsu Muthmainah menjadi penguasa [RASA] maka akan berubah sifat menjadi jiwa yang tenang.

bukti dari Nafsu adalah adanya segala keinginan…
SIFAT RASA BAIK dan SIFAT RASA
BURUK.

Jika kata-kata Nafsu Muthmainah
mampu menjadi pemimpin ke 3 nafsu lainnya itulah jiwa yang tenang / Rahmat,meningkat lagi kepada Nafsu Mardiyah,Nafsu Rodiyah,Nafsu Kamilah menjadi INSAN KAMIL MUKAMIL.

RUH – mengenai RUH, manusia hanya diberi pengetahuan yang sedikit, RUH SIFATNYA FITRAH dan NETRAL,RUH ibarat minyaknya.
NYAWA adalah api,NAFSU adalah panasnya,adanya Nyawa adalah ketika bayi dari Alam Rahim keluar dan kontak dengan Alam Dunia, karena adanya Jauhar Awwal Rasulullah.

Pohon Tauhid = Akarnya adalah Tekad / I’tiqod / Kalimah Toyyibah, batangnya adalah Syahadat,cabang dan ranting adalah Istigfar,daunnya adalah Takbir,buahnya adalah Bismillah,pohon NURANI ini akarnya membenam ke dalam tujuh lapis bumi,dan buahnya
menjulang ke atas tujuh lapis langit.

Kedudukan NIAT adalah DI LUAR
ITIQOD / TEKAD,bertempat di hati
menyangkut dengan pekerjaan.

“Tiada bagian dari tubuh manusia
kecuali akan hancur [dimakan tanah] kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor,darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.”
[HR. Al Bukhari, Nomor 4935].

SURGA dan NERAKA ditentukan oleh SIFAT KELAKUAN manusia ketika hidup di dunia,sesuai dengan apa yang di yakininya…

QOLBU – adalah tempatnya SIFAT NUR ILMU RASULULLAH berfungsi sebagai penerang Alam Hati [Cahaya Iman] Jika Ilmunya yang di dapatkan dari Ilmu yang bersih dan suci,maka setitik Nur ini akan menjadi :

CAHAYA NURR [Rijalullah] Sifat Nur
Ilmu ini berada di Nur Darah Merah,Nur Darah Kuning,Nur Darah Putih,Nur Darah Hitam.
CAHAYA API [Rijalul ‘Alam] yang
terbuat dari api yang bersih,dari Raja Jann,rajanya para Jinn.

Ilmunya di dapat dengan cara kotor [amalan junub] maka darah menjadi kotor.

NYAWA – adanya nyawa adalah ketika jasad bayi dari Alam Rahim lahir dan kontak dengan Alam Dunia.

SIFAT FITRAH RUH berubah sifat menjadi ROH [Wujud Rupa Jasad] setaraf dengan bangsa Jinn,jasad terbuat dari Hakikat Adam dan nyawa berada di bawah kulit
ari di atas permukaan daging.

*Jutaan nyawa mati oleh API
*Jutaan nyawa mati oleh ANGIN
*Jutaan nyawa mati oleh BUMI
*Jutaan nyawa mati oleh AIR

ketika beranjak dewasa jasad menjadi kotor,sedikit ataupun banyak,ada Roh – roh dari API – ANGIN – BUMI – AIR yang
menumpang pada makanan,sehingga menjadi kotor dan masuk ke dalam tubuh,di cerna oleh tubuh menghasilkan darah,dalam peredaran darah inilah Roh – roh bersemayam,sehingga menimbulkan penyakit,jadi
asal usul penyakit adalah dari makhluk atau dari Roh yang menumpang pada makanan.

Setiap perbuatan maksiat akan menjadi dosa.Setiap dosa manusia akan berpengaruh terhadap darah, karena darah adalah merupakan sebuah alam atau sebuah wadah.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda ;
“Dosa itu membekas di dalam Hati.”(Al Hadits).

Proses Nabati dan Hewani + Ilmu di 7 turunan Ex ;

Habil dan Qobil > Faktor Genetik >
HAWA NAFSU > SIFAT BAIK dan
SIFAT BURUK.

Halal,Haram,Syubhat > Darah > Sifat > Akhlak.

Sifat Ilmu/sifat pekerjaan seseorang ketika di dunia,akan turun kepada keturunannya,Allah tidak akan menerima keburukan dan… sifat buruk akan kembali kepada keturunannya…

Ibnu Abbas Radhiallaahu’anhu ;
“Tidak ada dosa kecil kalau dilakukan terus menerus dan tidak ada dosa besar kalau dibarengi istighfar.

Berkata pula seorang salaf :
“Jangan engkau memandang kepada kecilnya dosa,namun lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat.”

“Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan,kecuali NAFSU yang diberi RAHMAT oleh Rabbku.”
[QS Yusuf: 53]

Kemuliaan manusia terletak pada
akalnya :

*Penghalang AKAL adalah Syaithan
*Penghalang PIKIR adalah Jinn
*Penghalang HATI adalah Iblis
*Penghalang BAATHIN adalah Azazil/Idajil.

Jika penghalangnya tidak bisa
disingkirkan maka manusia akan
bermartabat seperti hewan,hanya hawa nafsu buruk yang ada,kerjanya hanya makan,tidur, senggama,senang-senang,kemewahan,bermegah-megahan,menghamburkan harta,usia dan waktu,hidupnya hanya untuk
menanti ajal,tidak tahu asalnya dari mana,untuk apa dia ada di dunia,pulang mau kemana…

“Ada seseorang ketika hidup di dunia,dia banyak melakukan amalan Surga,tapi ujung-ujungnya masuk Neraka”

“Ada seseorang ketika hidup di dunia,dia banyak melakukan amalan Neraka,tapi ujung-ujungnya masuk Surga”

Dasar Ilmu adalah kesadaran diri…
Ma’rifat tertinggi adalah ketika
manusia berani dan jujur untuk
menelanjangi diri,menggali dosa,
kesalahan dan kekurangan diri dari
akhil baligh sampai saat ini…

“ Ya ayyuhan nafsul muthmainnah irji’i ila robbiki rodhiyatam mardhiyyah “[QS al-fajr:27-28]

“ WAHAI JIWA YANG TENANG,
KEMBALILAH KEPADA ROBB-MU,
DALAM KEADAAN RIDHO DAN DI
RIDHOI ”

Taubat Hakiki Menurut Imam Ali as
Buku :
Taubat dalam naungan kasih sayang Karya : Ayatullah Husein Ansariyan Dengan mengingat pengaruh dan efek besar yang terdapat dari taubat,
seperti : meraih ampunan dan rahmat Ilahi,meraih kelayakan untuk masuk ke surga,selamat dari siksa api neraka,terjauhkan dari jalan yang menyimpang,berada dalam rel yang lurus,dan bersih dari dosa-dosa dan kegelapan, maka kita bisa simpulkan bahwa aktifitas taubat bukan merupakan sebuah kegiatan yang kecil dan biasa,akan tetapi taubat merupakan sebuah aktifitas besar, luar biasa dan sangat penting.

Taubat tidak akan terealisasi apabila seseorang hanya mengucapkan “astaghfirullah” (aku mohon ampun kepada Allah Swt) dengan disertai rasa malu dalam dirinya dan tetesan air mata,karena banyak orang yang bertaubat dengan cara seperti ini,
namun selang beberapa waktu,mereka kembali lagi jatuh ke dalam dosa yang sama.

“Kembali jatuh ke dalam dosa”

merupakan bukti yang paling jelas
bahwa taubat yang hakiki belum
terealisasi.Taubat yang hakiki
merupakan hal yang sangat penting dan agung,oleh karena itu, banyak dari ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis yang menyinggung persoalan tersebut.

Taubat Hakiki Menurut Imam Ali as
Suatu saat seseorang di hadapan Imam Ali as,mengucapkan
“Astaghfirulloh” (Aku memohon
Ampunan kepada Allah ),maka Imam Ali as berkata kepadanya : “Semoga ibumu meratapi kematianmu.Tahukah kamu, apakah Istighfar itu? Istighfar
adalah derajat orang-orang yang tinggi kedudukannya.Ia adalah nama yang berlaku pada enam makna :

1. Pertama, penyesalan yang telah lalu.

2. Kedua, bertekad untuk tidak kembali pada perbuatan dosa itu selamanya.

3. Ketiga, mengembalikan hak orang lain yang telah diambilnya (tanpa hak) sehingga kamu berjumpa dengan Allah dalam keadaan terlepas dari tuntutan
seorang pun.

4. Keempat, hendaklah kamu
memperhatikan setiap kewajiban
atasmu yang sebelumnya telah kamu sia-siakan sehingga kamu dapat memenuhi kewajiban itu.

5. Kelima, hendaklah kamu perhatikan daging yang telah tumbuh dari hasil yang haram,lalu kamu kuruskan ia dengan kesedihan sehingga kulit menempel pada tulang, lalu tumbuh di antaranya daging yang baru (dari hasil yang halal).

6. Keenam, hendaklah kamu rasakan badanmu dengan sakitnya ketaatan,sebagaimana kamu telah
merasakannya dengan manisnya
kemaksiatan.
Maka, ketika itulah,kamu layak mengucapkan “Astaghfirulloh”

baca juga :