HAKIKAT NABI DAN ROSUL

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri,berat terasa olehnya penderitaanmu,sangat menginginkan (keimanan dan
keselamatan) bagimu,amat belas
kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min.” (Qs. At-Taubah : 128)

HAKIKAT NABI DAN RASUL :

(1). Nabi Adam pangkatnya adalah
Khalifatullahu.

(2). Nabi Nuh pangkatnya adalah
Habibullahi.

(3). Nabi Ibrahim pangkatnya adalah Khalillullahu.

(4). Nabi Musa pangkatnya adalah
Kalamullahu.

(5). Nabi Isa pangkatnya adalah
Ruhullahi.

(6). Nabi Muhammad pangkatnya
Muhammad Rasulullah Shalallahu
a’alaihi wassalam,tapi sekarang sudah wafat semua sudah sirna, sudah tidak ada,jadi sekarang Allah Ta’ala, sudah tidak ada utusannya, semuanya sudah lestari,ini adalah suatu pemahaman yang keliru.

Rasul tidak wafat,semuanya akan terus ada sampai hari kiamat,tidak akan berubah utusan Allah,sebab jika tidak ada yang di utus,tidak akan ada alam dunia,pastinya akan sepi,tidak ada pasti lebur yaitu kiamat,yang wafat adalah majajinya,yaitu wujud jasmani
yang tidak ada bedanya dengan
manusia lainnya,nyatanya adalah rupa jasmani :

MUHAMMAD MAJAJI :

Muhammad majaji adalah rupa
jasmani :

•MIM AWAL lafadz Muhammad menjadi KEPALA Adam.

•HA lafadz Muhammad menjadi DADA Adam.

•MIM AKHIR lafadz Muhammad menjadi PUSAR Adam.

•DAL lafadz Muhammad menjadi KAKI Adam.

sudah bukti menjadi MIM – HA – MIM – DAL

Hadistnya yang wafat,Rasul tidak
wafat,hakikatnya masih berjalan atau Muhammad Af’al = pekerjaan, kumpul pada diri manusia,keenam Rasul “bergulung” di dalam hidup, hidup adanya pasti,sifatnya ada pada diri manusia di alam dunia.

MUHAMMAD HAQ :

Adalah DZAT SIFAT Maha Agung,
rupanya terang benderang yaitu
samudra hidup, bibit nyawa semuanya,itulah barangnya dari DZAT SIFAT,sinarnya menjadi
cahaya empat rupa disebut
MUHAMMAD HAKIKI

MUHAMMAD HAKIKI :

NARUN
•sifat cahaya MERAH menjadi huruf MIM AWAL HAWAUN

•sifat cahaya KUNING menjadi huruf HA MA’UN

•sifat cahaya PUTIH menjadi
huruf MIM AKHIR TUROBUN

•sifat cahaya HITAM menjadi
huruf DAL…
Ke empat cahaya menjadi lafadz
MUHAMMAD.

MUHAMMAD HARID :

Nyatanya, yaitu RASA pribadi,yaitu
RASA JASMANI sifatnya pasti. Nabi
Muhammad Rasulullah Shalallahu
alaihi wassalam, yang berada di
Madinah disebut Muhammad pangkat.

Pangkat Nabi Rasulullah,di utus oleh Yang Maha Suci,untuk membawa Rukun Agama yaitu ( Syariat ,Tharekat,Hakikat dan Ma’rifat ) agar manusia selamat Dunia dan Akhirat, dan supaya
TAHU dan PERCAYA adanya Allah
Ta’ala.

Sebab hanya Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wassalam yang di beri ma’rifat kepada Allah,kepada Dzat Sifat Maha Agung, karena
mengalami MI’RAJ (MA’RIFAT DZAT).

selain Rasul,tidak ada yang kebagian ma’rifat,umatnya begitu juga,hanya Baginda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam saja kepada umat-umatnya.

Pada waktu Baginda Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wassalam masih
hidup di Mekkah,ilmu ini tidak digelar kepada umat-umat semuanya,dikerjakannya di Gua Hira disebut Jabbal Iqro,ilmu ini hanya ditibankan kepada para sahabat terutama Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhahu,supaya bisa turun temurun kepada anaknya Imam Sayyidina Hassan wal Husain dan terus kepada Wali Rasul Syekh Abdul Qadir Jailani bin Hassan wal Husain bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhahu [Mekkah] dan akhirnya sampai kepada Syekh Syarif
Hidayatullah Rahimakumullah dan ke Wali [sembilan] di Cirebon.

[1]. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam.
[Gudang/Khazanah Ilmu] LUGHOWI
dan NABAWI.

[2]. Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhum.

[3]. Sayyidina Utsman bin Affan
radhiyallahu ‘anhum.

[4]. Sayyidina Umar bin Khattab
radhiyallahu ‘anhum.

[5]. Sayyidina Ali bin Abi Thalib
Karamallohu Wajhahu [Pintu Ilmu]
Karamallohu Wajhahu = Tidak pernah melihat kemaluannya sendiri.

[6]. Imam Sayyidina Hassan bin Abi
Thalib Karamallohu Wajhahu.

[7]. Imam Sayyidina Hussain bin Abi Thalib Karamallohu Wajhahu.

[8]. Syekh Abdul Qadir Jailani bin Hasan wal Husain bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallohu Wajhahu [Mekkah].

√ Syekh = Sah.
√ Abdul = Abdinya Allah.
√ Qodir = Qudrat dan Iradat.
√ Jailani = Dzat Sifat.

[9]. Syekh Syarif Hidayatullah
Rahimakumullah [Wali sembilan]…

*BUKTI HAKIKATNYA NABI DI DIRI
MANUSIA*

(1). Nabi Adam Khalifatullahi , adalah wakil Allah Ta’ala,wakil untuk menurunkan bibit semua manusia,asalnya dari Adam dan Hawa adalah pasti,nyatanya Adam yaitu di badan,sekujur tubuh dari atas kepala sampai telapak kaki itulah wujud nyatanya Adam,Iradatnya Yang Maha Agung,
untuk menurunkan manusia, sebab tidak salah lagi,bikin manusia oleh manusia,bikin kambing pasti oleh kambing,itulah Allah Maha Kuasa,Iradatnya Maha Agung,hanya satu kali membuat, tetapi cukup untuk semua.

(2). Nabi Nuh Habibullahu , hakikatnya adalah PENDENGARAN.

(3). Nabi Ibrahim Khalillullah,
hakikatnya adalah PENGLIHATAN.

(4). Nabi Musa Kalamullah, hakikatnya adalah PERKATAAN.

(5). Nabi Isa Ruhullah , hakikatnya adalah PENCIUMAN.

(6). Nabi Muhammad Rasulullah,
hakikatnya adalah RASA pada wujud manusia,penghulu Rasul semuanya,buktinya adalah mendengar, melihat,mencium dan melihat, semuanya masuk ke dalam rasa biarpun wujud yang nanggung,tetap bisa berdiri dan
bergerak.

RASA menjadi kuat karena ada yang menguatkan,nyatanya ada HIDUP yang MELIPUTI RASA,RASA
MELIPUTI lagi kepada WUJUD,WUJUD MELIPUTI keinginan / NAFSU yang empat rupa ;

(1). Nafsu Amarah.
(2). Nafsu Sufiyah/ Sawiyah.
(3). Nafsu Lawammah.
(4). Nafsu Muthmainah.

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi
wassalam sebelum diangkat menjadi Rasul telah berulang kali melakukan “muraqabah,mujahadah,muhasabah,tahannust dan khalwat,” untuk mengasingkan diri dan mencari ketenangan jiwa,di utus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak baathin manusia,membersihkan berhala yang ada di dada,yang pada waktu itu masyarakat jahiliyah sangat
mengagungkan syair.

Proses muraqabah,mujahadah,
munasabah,muhasabah,tahannust dan khalwat ini disebut “Tharekat-Mari’fat.”

Tharekat adalah saat Baginda
Muhammad Shalallahu ‘alaihi
wassalam berjuang untuk menegakkan Agama Allah.

Ma’rifat adalah bertemu dan
mencairnya kebenaran yang hakiki:

yang disimbolkan saat Baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi
wassalam menerima wahyu dari
Malaikat Jibril melalui Akal,wahyu
tersirat [KALAM QODIM] di sampaikan oleh Malaikat Jibril : ” Iqro! Iqro! Iqro! “.

“Iqro kitab baqo kafa binafsika al
yaoma alaika hasbi” : [Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri,jagat Shagir dan jagat Khabir] terjadi dialog di Qolbu.
Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi
wassalam = Lughowi dan Nabawi
menjadi Qur’an .

Hakikat yaitu beliau mencoba untuk merenungkan berbagai perintah untuk IQRA, [bukan seperti Guru dan murid di
kelas,dan jangan di kira – kira oleh hati dan pikir,sebuah sosok makhluk dengan sayap di punggung]

Ma’na sayap Malaikat Jibril alaihissalam ;

•separuh menutupi Bumi = RAHMAT…

•separuh menutupi Akhirat =
MAGHFIRAH…

Umat yang pada waktu itu hidup pada jaman Nabi,hanya dengan ittiba kepada Nabi,menurut kepada apa yang di ajarkan Baginda Nabi,di jamin pasti
selamat,tidak perlu menjalani Tharekat Ma’rifat seperti halnya Nabi yang shalat sampai mengakibatkan bengkak kakinya,melalui Syariat shalat ketika Isra Mi’raj inilah Baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi
wassalam melakukan puncak
pendakian tertinggi,hanya untuk
menyelamatkan umat akhir jaman..

Ilmu ini tidak di tibankan kepada umat pada jaman waktu itu karena kurang perlunya,pada waktu itu yang masuk Islam begitu mudah, dengan melihat dan bertemu Baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam,serta
hatinya percaya bahwa beliau
utusannya Allah Ta’ala dan melakoni perintahnya,maka pada waktu itu semua manusia menjadi Islam [selamat].

Jadi sekarang juga haqnya Islam
adalah yang sudah ma’rifat [melihat] Baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam sambil dituruti perintahnya itulah Islam, hanya saja melihat itu bukan kepada syariatnya [Majajinya] tapi kepada hakikatnya yaitu Jauhar Awwal Rasulullah,cahaya pertama yang di buat oleh Maha Suci yaitu sifatnya Allah Ta’ala atau sifat Qudrat [Kuasa] Maha Kuasa yang membuat Ruh semuanya.

•Ilmu Hadist…
•Ilmu Tauhid…
•Ilmu Fiqih…
•Ushul Fiqih…
•Nahwu Sorof…
dan ilmu lainnya yang sewaktu jaman Nabi tidak ada,dan sekarang ilmu itu menjadi ada,adalah karena berkat jasa para Ulama sejati ,hingga akhirnya umat Nabi di beri kemudahan dalam mempelajari Al-Qur’an dan Hadist.

Ulama terbagi 3 :

(1). Ulama Su’ :
Ulama jahat, mempunyai sifat Dajjal , merusak Islam dari dalam.
[Ahlul Dhohir].

(2). Ulama Palsu :
Ahlul Dhohir > “Menjual akhirat demi dunia”.

(3). Ulama Sejati :
Ulama pewaris Ruh para Nabi [Ahlul Baathin] > “Menjual
dunia demi akhirat”.

Warisan Baginda Nabi Muhammad
Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah  : WAKTU – FARDHU – ILMU..

baca juga :