Luka Hati Ku Genggam Sendiri

Indahnya tirai senja telah merayap Dengan perlahan ke dalam dinding hati Indahnya sejarah silam tat kala Ter urai kembali di sela waktu Terlena hati dalam buaian kidung rindu

Gelora rasa serasa merajai seluruh isi kalbu
Meskipun diri ini tak tahu arti semua ini
Secawan cinta kini telah menbuatku
Mabuk kepayang di dalam
gurauanmu

Kini aku hanya bisa menyulam hati
Dalam rajutan asmaradhana
Yang tlah terpenggal dalam pasungan
Sang kekasih hati Hingga tegup jantung pun kian lirih

Akan lukisan cinta dalam hati
Yang menguruaikan kisah cinta Luka memar
yang mesti kugenggam
Meskipun kerap di sudut hatiku merintih
Akan jalinan cinta yang tak terhias warna
Seribu kebimbangan iringi langkah
Yang telah terlalui dengan Penuh air mata
Tirai indah pun kian memudar
Mengukir seribu tanya yang melukiskan
Keraguan akan adanya jalinan cinta

Mampukahku bertahan dalam Jalinan cinta
ini ?
Haruskah diri ini larut dalam telaga cinta ?
Biarlah luka hati ku genggam
Di dalam kesendirianku Biarkanlah ku
tapakkan langkah
Di simpang jalan meskipun enggan
Ku tatap terpaksa ku melangkah
Di titian-titian malam…@umb

KECEWA

Dulu kusangka kaulah cintaku
Tapi ternyata ku keliru
Cinta yang kau berikan
Hanya sebuah Permainan

Aku kecewa terlalu percaya
Aku kecewa karena kau pendusta
Cintamu hanya cinta palsu
Untuk menutupi sandiwaramu

Untuk apa kau lakukan semua itu
Hanya untuk mendapatkan simpatiku
Kini ku kecewa karenamu
kini kuterluka karenamu
Kini ku terluka karena Cintamu

Biarlah ini sebagai pelajaran hidupku
Karena terlalu percaya pada cintamu
Yang ahirnya membuatku kecewa
Dan terluka untuk yg kedua kalinya

Artikel terbaru : [archip limit=15]

Anak sebatang kara mencari hati

anak sebatang kara mencari hati –– hati yang saling merindui
Sepanah demi sepanah melesat kesana kemari
Sepasang demi sepasang
silih berganti
Bertebaran keangkuhan pecinta sejati Tercipta kisah roman.

kurenungi hari ini Pilu dan sedih tak sama saat terbaca
Rapuh,, ringan tercerai berai setelah terlahap api Sesalku
baca salengkapna

Harapan terakhir

hanya bisa melihat tanganku sendiri,,Menengadah ke langit–langit sempit,,

Tenggelam di samudera air jendela hati,,
Coba bersukur disaat bahagia berubah sakit,,

Kesekian kali basahi kalam;Ilahi,,
Puluhan ini merasa pecah dan sendiri,,
Kutemui lagi kau dunia yang sepi,,
Dalam gemuruhnya jiwa akan mimpi,,
baca salengkapna